Terkadang yang terlalu sering datang, lambat laun ia terkenang.
Terkenang di dalam bingkisan kecil namun mungil itu.
Tenang memaku diri yang kembali mencoba merauk isi dalamnya.
Tunggu.....
Ku pangku senyuman tipis namun indah didalamnya, berbalut luka.
Menepi. !!!
Sebab, masih ada sisa kaca bekas yang sempat hancur didalam.
Tak mau luka itu datang untuk tamu yang datang, maka berhati-hati lah ku bilang
Kembali ku pada senyumanmu.
Ku perhatikan dalam diam, ku amati dalam hati, dan ku beri arti.
Setelahnya....Ku taruh senyumannya di dalam bingkis kecil namun mungil itu. Sesegera ku ikat simpul ingatan itu rapat .
.
.
.
.
.
.
Kau tau, aku lebih suka memanggil nya " Bingkis Mungil".
Senyumannya
yang dari dulu......
Pekanbaru
07~sept
22:13
#Dianti Wahyu Sahsinta




No comments:
Post a Comment